matematika articles

Siswa, Matematika, dan Teknologi

Artikel ini fokus pada pengidentifikasian dan penilaian dampak-dampak dari beragam pendekatan yang diperkaya secara teknologi dalam pembelajaran matematika. Tujuannya adalah untuk menuju pada kegunaan dari pengetahuan yang muncul untuk memperkaya praktek, dan untuk berkontribusi dalam berteori tentang pembelajaran berbasis teknologi. Oleh karena, pendorong utamanya adalah tujuan-tujuan untuk mengidentifikasi dan menguraikan semua tantangan, kesalahan, dan permasalahan

Pengajaran dan Pemecahan Masalah secara Bersamaan

Keahlian bekerja sama dan pemecahan telah seringkali diidentifikasi oleh para pimpinan bisnis menjadi kompetensi utama; oleh karena itu metode pembelajaran berbasis pada masalah dan pembelajaran berbasis pada kelompok telah dikembangkan. Meskipun, fokus dari metode tersebut terletak pada pengajaran satu keahlian saja. Argumentasi kunci untuk penerapan pengajaran berbagai keahlian secara bersama adalah bahwa kemampuan untuk memecahkan

pemecahan masalah

Kemampuan Pemecahan Masalah pada Siswa

Kemampuan Pemecahan Masalah pada Siswa – Pengajaran keahlian-keahlian kognitif akan menjadi lebih penting seperti teknologi di tempat kerja menjadi sangat kompleks dan terus berubah.  Perkembangan keahlian kognitif untuk pemecahan permasalahan sangatlah penting dalam pelatihan tenaga kerja. Secara umum, terdapat dua kelompok pemikiran untuk mengajar pemecahan permasalahan: (a) pengajaran ranah pengetahuan tertentu, dan (b) pengajaran strategi

disposisi perilaku

Disposisi Perilaku sebagai Tujuan Pendidikan

DISPOSISI Perilaku sebagagi Tujuan Pendidikan – Salah pertanyaan utama yang muncul ketika mengembangkan kurikulum adalah, Apa yang harus dipelajari? Salah satu cara untuk menjawab pertanyaan ini (Katz,1991) adalah dengan memakai empat tipe tujuan pembelajaran, yaitu berhubungan dengan pengetahuan, skill, disposisi, dan perasaan. Kemahiran dalam kedua pengetahuan dan skill tersebut sering dianggap sebagai tujuan pendidikan, dan

Top